Logo Jagobahasa

Formal Speech dan Informal Speech: Pengertian, Rumus dan Contoh

Formal Speech dan Informal Speech Pengertian, Rumus dan Contohnya!

Keterampilan berbahasa Inggris tidak hanya sekadar tahu bagaimana menulis, membaca, bahkan berbicara. Anda juga perlu mengetahui berbagai hal yang berhubungan dengan keterampilan tersebut, salah satunya perbedaan antara Formal Speech dan Informal Speech.

Apa itu Formal Speech?

Jika diartikan, formal speech memang dapat dianggap sebagai sebuah pidato resmi, akan tetapi pada dasarnya formal speech merupakan ujaran formal yang disampaikan dalam lingkungan atau situasi yang serius. Ujaran ini menunjukkan rasa hormat di antara pembicara lain atau bahkan dengan orang yang baru saja ditemui.

Bahasa formal adalah cara yang bagus untuk merasa nyaman berbicara secara berbeda kepada orang lain dalam situasi yang berbeda. Formal speech ini juga penting dalam banyak hal, tetapi salah satu alasannya yakni untuk menghilangkan kesalahpahaman dalam lingkungan profesional sekaligus membantu siapa pun agar terdengar sopan.

Bahasa Inggris dengan gaya formal juga banyak digunakan untuk berbagai kepentingan profesional, baik tertulis maupun lisan. Tidak mengherankan jika formal speech ini banyak tertulis dalam surat resmi, dokumen bisnis, hingga berbagai teks akademik.

Sementara dalam bentuk lisan, formal speech banyak ditemukan dalam berbagai acara resmi seperti rapat kerja, acara wisuda, peresmian, dan sebagainya. Dari segi pilihan kata pun, formal speech umumnya akan menggunakan lebih banyak vocabulary dengan tata bahasa yang lebih resmi.

Formal speech dikenal lebih mematuhi aturan bahasa Inggris secara standar. Termasuk di dalamnya jarang atau bahkan tidak ada kata-kata slang alias kata-kata gaul. Bahkan penggunaannya juga akan cenderung mengikuti struktur kalimat yang tepat.

Rumus Formal Speech

Sejatinya tidak ada rumus penulisan yang benar-benar pasti mengenai formal speech dalam bahasa Inggris. Akan tetapi secara umum, yang membedakan antara Formal Speech and Informal Speech dapat terlihat dari sejumlah ketentuan dan aturan yang harus diikuti pada bahasa formal seperti berikut.

1. Mematuhi ketentuan tata bahasa

Bahasa formal menghilangkan berbagai kepribadian dan membuat segala sesuatu menjadi tetap sederhana. Meski demikian, tata bahasa (grammar) menjadi hal yang penting dalam setiap penulisan bahasa formal.

Dalam grammar bahasa Inggris, kita tentu tidak akan asing dengan berbagai tenses dan formula penyusun suatu kalimat. Hal inilah yang memang benar-benar diperhatikan dalam penulisan ataupun pelafalan formal speech sehingga lebih terkesan resmi.

2. Tidak adanya bahasa gaul dan singkatan

Bahasa gaul (slang), bahasa sehari-hari (colloqualism), hingga kontraksi (contraction) menjadi bagian kata yang tidak diperkenankan selama penulisan bahasa formal. Terlebih, bahasa slang terkesan sangat akrab dan bahkan tidak banyak yang sudah terserap dalam kamus.

Sama halnya dengan bahasa sehari-hari yang cenderung lebih santai dan singkat. Penggunaan kontraksi sebagai gabungan kata yang disingkat juga tidak diperkenankan ada dalam bahasa formal, sebab penggunaan kata ini cenderung tidak sama dengan grammar standar.

3. Menghindari kata ganti orang pertama

First-person atau kata ganti orang pertama sejatinya digunakan pada saat seseorang berbicara atau membuat suatu kalimat yang berisi kegiatan atau aktivitas dengan tujuannya untuk diri kita sendiri maupun untuk orang lain. Adapun kata ganti yang dimaksud seperti I dan We.

Dalam bahasa formal, penggunaan kata ganti I cenderung lebih minim. Malahan penggunaan We yang cenderung lebih banyak, terutama sebagai pengganti identitas orang pertama. Alih-alih menggunakan “aku” atau I, pembicara formal kerap menggunakan “kami” atau We sesuai konteks percakapan.

Contoh Formal Speech

Ada beberapa contoh penulisan formal dalam bahasa Inggris, baik dari pemilihan kata maupun penulisannya. Berikut beberapa contoh penulisan Formal Speech and Informal Speech terutama pada bagian formal speech.

  • sufficient
  • humorous
  • adequate
  • approximately
  • numerous

Dalam penggunaan kalimat, formal speech seperti “It’s a pleasure to meet you” jauh lebih resmi dibandingkan hanya mengucapkan “Nice to meet you”.

Apa itu Informal Speech?

Sesuai namanya, informal speech merupakan tata bahasa yang cenderung informal dan berbeda dari bahasa Inggris standar. Bahkan, jenis kalimat atau kata pada informal speech cenderung memiliki nada pengucapan yang lebih santai dan cenderung menyimpang dari tata bahasa Inggris yang khas.

Percakapan dengan gaya informal banyak disampaikan antara keluarga, teman, bahkan orang asing sekalipun. Bisa dibilang, bahasa informal ini akan lebih sering terdengar dalam kehidupan sehari-hari.

Selain itu, berbagai singkatan juga kerap digunakan dengan tujuan untuk menghemat waktu dalam percakapan hingga efisiensi penulisan. Inilah yang menjadi salah satu perbedaan antara Formal Speech and Informal Speech yang tentu saja jauh berbeda dengan bahasa formal.

Seperti yang kita tahu, bahasa formal lebih mengesampingkan singkatan seperti pada kata “hasn’t” yang cenderung akan tetap ditulis “has not” karena dianggap lebih formal dan sesuai standar tata bahasa (grammar) pada bahasa Inggris.

Berbeda dengan bahasa formal yang menghindari berbagai penulisan bahasa gaul (slang), informal speech justru akrab dengan hal tersebut. Terlebih bahasa tersebut dianggap lebih menarik dan cocok digunakan untuk percakapan antar teman.

Rumus Informal Speech

Sejatinya, kita tidak akan terlalu kesulitan untuk mengidentifikasi apakah suatu kata atau kalimat termasuk ke dalam bahasa Inggris formal maupun informal. Misalnya ketika ada kata-kata yang cenderung umum, familiar, serta kerap digunakan dalam berbagai media lagu, film, maupun percakapan sehari-hari, maka kata tersebut cenderung masuk dalam kategori informal.

Berbeda dengan bahasa yang cenderung asing dan tidak cukup akrab, bisa saja masuk dalam kategori bahasa formal. Hal ini juga tidak jauh berbeda dari sifat bahasa informal yang cenderung lebih fleksibel, bahkan tidak banyak aturan khusus yang dibutuhkan dalam pemakaiannya.

Secara penulisan atau pengucapan, antara Formal Speech and Informal Speech tentu juga berbeda di mana informal speech cenderung lebih singkat dan efisien.

Contoh Informal Speech

Berbeda dengan formal speech, penulisan informal speech cenderung lebih singkat dan menyesuaikan konteks percakapan yang lebih santai. Sebagai contoh ketika kita akan menyatakan sesuatu yang “cukup”, dalam bahasa formal kita biasa akan menggunakan kata “sufficient”. Berbeda dengan informal speech yang akan lebih banyak menggunakan “enough”.

Dari segi penggunaan bahasa gaul, tentunya hal ini menjadi salah satu karakteristik dari bahasa informal. Sangat mungkin bagi kita menemukan slang dalam percakapan sehari-hari di mana kata-kata tersebut cenderung tidak terdapat pada kamus bahasa Inggris yang resmi seperti:

  • Lowkey: diam-diam menyukai atau melakukan sesuatu

I lowkey dance K-Pop every night (Aku diam-diam suka menari K-Pop setiap malam)

  • Seen in ages: bertemu dalam waktu yang lama

Feels like I haven’t seen you in ages! (Rasanya seperti aku tidak bertemu denganmu dalam waktu yang lama!)

Demikian beberapa perbedaan Formal Speech and Informal Speech yang penting untuk Anda ketahui. Dengan begitu, Anda akan lebih mudah menempatkan diri dalam percakapan maupun penulisan teks secara resmi maupun informal. 

Jagobahasa memiliki program Jago Speaking yang cocok untuk Anda yang ingin lancar berpidato dalam bahasa Inggris. Yuk gabung sekarang di program Jago Speaking!

 

Daftar Newsletter

Share:

Tinggalkan Balasan