Logo Jagobahasa

5 Perbedaan TOEFL ITP dan iBT, Kamu Wajib Tahu!

Perbedaan TOEFL ITP dan IBT yang Perlu Kamu Tahu

Bagi yang sudah cukup lama belajar bahasa Inggris, kemungkinan besar kamu sudah tidak asing lagi dengan TOEFL.

Test of English as a Foreign Language ini pertama kali muncul pada tahun 1963. Generasi pertama TOEFL dibuat dan dikembangkan oleh lembaga yang disebut sebagai ETS (Educational Testing Services), berbasis di Amerika.

Nah, tes TOEFL terbagi lagi menjadi dua jenis, yaitu iBT dan ITP. Memangnya, apa perbedaan keduanya? Ulasannya bisa kamu cari tahu di bawah ini, ya. Namun, yang jelas, baik untuk tes iBT maupun ITP, kamu bisa mengikuti keduanya melalui program Jagobahasa.

Perbedaan TOEFL ITP dan iBT

TOEFL ITP bekerja sama dengan universitas dan perguruan tinggi ketika ingin menilai keterampilan Bahasa Inggris dan menyediakan layanan TOEFL ITP. Tes tersebut juga dapat berguna untuk identifikasi level kemahiran, evaluasi, dan penempatan program studi sampai melamar pada berbagai lembaga perguruan tinggi.

TOEFL iBT adalah jenis untuk mengukur kemampuan dalam memahami bahasa Inggris mulai dari reading, writing, listening, hingga speaking.  Skor TOEFL iBT berlaku dua tahun sesudah tanggal tes. Jika sudah mengetahui definisi antara tes TOEFL ITP dan iBT, berikut adalah perbedaannya:

1. Dari Segi Hak Cipta

Hak cipta TOEFL ITP dan iBT memang sama-sama dipegang oleh ETS. Hanya saja di Indonesia, TOEFL ITP dibuat bersama IIEF yang berfungsi sebagai Country Master Distribution. Sementara pelaksanaan TOEFL iBT tidak lepas dari peran ITC (International Test Center).

2. Dari Segi Kegunaan

TOEFL ITP dapat digunakan oleh instansi atau lembaga lokal saja. Sementara TOEFL iBT dapat digunakan secara internasional.

3. Dari Segi Jenis Tes

Pada jenis tes TOEFL ITP, kamu akan diuji terkait learning comprehension, structure and written expression serta vocabulary and reading comprehension. Sementara, pada tes TOEFL iBT justru lebih kompleks yaitu reading, listening, writing, dan speaking. Karena jenis tes berbeda, maka durasi ujian pun tidak sama.

Biasanya, durasi pelaksanaan TOEFL ITP adalah 115 menit pada level 1 dan 70 menit pada level 2, sedangkan tes TOEFL iBT durasinya lebih lama, hingga 4,5 jam.

4. Dari Segi Biaya

Untuk ikut tes TOEFL ITP sekali saja, kamu harus mempersiapkan biaya Rp475 ribuan hingga Rp600 ribuan. TOEFL iBT justru lebih mahal, yaitu sekitar Rp2,5 jutaan atau lebih.

5. Dari Segi Range Skor

TOEFL ITP punya range skor 330-667, sedangkan TOEFL iBT mempunyai range skor 0-120, untuk speaking, listening, reading, dan writing yang berbobot 0-30.

Kelebihan TOEFL ITP dan iBT

TOEFL ITP dapat digunakan untuk menguji kemampuan Bahasa Inggris, sebagai bahan acuan penempatan tingkat kemampuan Bahasa Inggris bagi pelajar yang ingin ikut program Bahasa Inggris di universitas atau lembaga pendidikan.

Contoh, ketika ada beasiswa LPDP, maka seringkali ada training Bahasa. Durasi training yang dilakukan bergantung pada hasil skor TOEFL ITP kamu.

Kelebihan TOEFL ITP adalah untuk beberapa hal berikut:

  1. Untuk tes seleksi masuk Perguruan Tinggi Negeri.
  2. Untuk seleksi program beasiswa.
  3. Untuk mengukur sejauh mana kemampuan kamu dalam Bahasa Inggris.

Sedangkan tes TOEFL iBT mempunyai kelebihan sebagai tes internasional dengan sistem online. Tes ini punya tingkat akurasi lebih, berguna untuk mengukur kemampuan kamu berbahasa Inggris secara aktif. Berikut adalah kelebihan tes TOEFL iBT:

  1. Penilaian tidak memihak dan adil, karena berbasis komputer.
  2. Tes telah ditingkatkan menjadi lebih pendek, situs pendaftaran ditingkatkan, skor tes latihan full-length gratis, pelaporan hasil skor lebih cepat, pendaftaran secara online diperpanjang.
  3. Diterima oleh lebih dari 11.500 universitas dan instansi pendidikan tinggi di lebih dari 160 negara, seperti Inggris, Irlandia, Selandia Baru, Kanada, Australia, dan semua wilayah Asia maupun Eropa.

Dengan memahami jenis TOEFL ITP dan TOEFL iBT, maka kamu bisa menentukan mana tes terbaik sesuai kegunaannya. Ingat, TOEFL ITP tidak bisa digunakan untuk mendaftar kuliah di luar negeri, jadi jangan sampai salah daftar, ya!

Daftar Newsletter

Share:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *